Cerita Rakyat
Ki Gemblong dan Ikan di Sungai Kembangan
Setiap pagi, Ki Gemblong membawa sapi dan kerbau milik Kiai Babadan menuju tempat penggembalaan.
Ia dikenal sebagai penggembala yang rajin. Ternak-ternak dirawat dengan baik sehingga tubuhnya sehat dan kuat.
Suatu hari, ketika berada di sekitar Sungai Kembangan, Ki Gemblong melihat ikan yang berenang di air yang jernih.
Ia pun mencoba menangkapnya.
Setelah mendapatkan beberapa ekor ikan, Ki Gemblong membakarnya di pinggir sungai. Aroma ikan bakar yang sedap membuatnya semakin menikmati kegiatan tersebut.
Hari berikutnya ia kembali melakukan hal yang sama.
Hari demi hari berlalu. Tanpa disadari, kegemarannya menangkap dan membakar ikan membuat Ki Gemblong semakin sering melupakan ternak yang menjadi tanggung jawabnya.
Sapi dan kerbau yang dahulu gemuk mulai kurus. Sebagian bahkan jatuh sakit.
Kiai Babadan mulai bertanya-tanya.
"Apa yang terjadi dengan ternak-ternakku?"
Ia kemudian mencari Ki Gemblong.
Setelah perjalanan panjang, akhirnya Kiai Babadan menemukan penggembalanya di dekat sungai.
Bukan sedang menjaga ternak, Ki Gemblong justru sedang sibuk membakar ikan.
Kemarahan Kiai Babadan pun tidak terbendung.
Peristiwa itulah yang kemudian membawa keduanya pada pertengkaran dan menjadi awal kisah Perang Obor yang terkenal di Desa Tegalsambi.
Dari kisah tersebut, masyarakat dapat mengambil pesan sederhana: **amanah harus dijaga, tanggung jawab tidak boleh ditinggalkan hanya karena kesenangan pribadi.**
Ia dikenal sebagai penggembala yang rajin. Ternak-ternak dirawat dengan baik sehingga tubuhnya sehat dan kuat.
Suatu hari, ketika berada di sekitar Sungai Kembangan, Ki Gemblong melihat ikan yang berenang di air yang jernih.
Ia pun mencoba menangkapnya.
Setelah mendapatkan beberapa ekor ikan, Ki Gemblong membakarnya di pinggir sungai. Aroma ikan bakar yang sedap membuatnya semakin menikmati kegiatan tersebut.
Hari berikutnya ia kembali melakukan hal yang sama.
Hari demi hari berlalu. Tanpa disadari, kegemarannya menangkap dan membakar ikan membuat Ki Gemblong semakin sering melupakan ternak yang menjadi tanggung jawabnya.
Sapi dan kerbau yang dahulu gemuk mulai kurus. Sebagian bahkan jatuh sakit.
Kiai Babadan mulai bertanya-tanya.
"Apa yang terjadi dengan ternak-ternakku?"
Ia kemudian mencari Ki Gemblong.
Setelah perjalanan panjang, akhirnya Kiai Babadan menemukan penggembalanya di dekat sungai.
Bukan sedang menjaga ternak, Ki Gemblong justru sedang sibuk membakar ikan.
Kemarahan Kiai Babadan pun tidak terbendung.
Peristiwa itulah yang kemudian membawa keduanya pada pertengkaran dan menjadi awal kisah Perang Obor yang terkenal di Desa Tegalsambi.
Dari kisah tersebut, masyarakat dapat mengambil pesan sederhana: **amanah harus dijaga, tanggung jawab tidak boleh ditinggalkan hanya karena kesenangan pribadi.**
Dipublikasikan pada: 29 Sep 2026
Bagikan: